Filed under: Uncategorized
terima kasih atas mata kuliah creativity and innovation yg telah diberikan Mr. Agus Nggermanto…

We want to say thanks!!

Mudah-mudahan kami lulus semua…. Amien
hehe
Filed under: Uncategorized
haha presiden AS George W. Bush dilempar sepatu oleh salah satu wartawan pada saat ia berkunjung di Baghdad, Irak 15 Desember..
Saat presiden berpidato, tiba2 ia dilempar 2 kali oleh sepatu sang wartawan..Setelah diselidiki, ia sangat kesal dengan pemerintahan Amerika yg dipimpinnya.. banyak pro-kontra dari aksi ini.. sejauh ini byk juga yg pro dengan aksi sang wartawan..
Filed under: Uncategorized
SCAMPER adalah salah satu cara untuk membuat sesuatu inovasi dari existing product to become new innovative product in the market..
berikut adalah metodenya:

S: Substitue (Mengganti existing part of the product dengan sesuatu yg lbh baik/ baru)
C: Combine (kombinasi baru yang dimunculkan)
A: Adapt (beradaptasi dengan hal yang baru)
M: Magnify (menambah dan memperbesar sesuatu bagian dari produk)
P: Put to other use (bisa digunakan untuk tujuan lain)
E: Eliminate (menghilangkan fungsi)
R: Reserve (apa yang disediakan sebagai cadangan dlm produk tersebut)
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang contoh nya,
please visit our blog:
www.mengakukreatif.wordpress.com
Filed under: Uncategorized
huff..
butuh banget liburan !!!
ehhhh untung nya liburan sekarang panjaaang…hahaha
sipp dehh!!!
Filed under: Uncategorized
akhirnya harga BBM kembali seperti beberapa tahun lalu sebelum krisis..
premium jadi Rp 5000,-
semua karena harga minyak dunia turun lagi..
Selain itu laju inflasi regional juga turun di sekitar angka 6-7%..
Hal ini disebabkan karena permintaan BBM di luar negeri turun sehingga supplynya berkurang..
Selain itu kondisi ekonomi Indonesia ekonomi yang semakin membaik menyebabkan inflasi turun..
Filed under: Uncategorized
Creative people have a great deal of physical energy, but they are also often quiet and at rest..
menurut pendapat saya, memang orang kreatif tidak selalu banyak berbicara akan sesuatu hal yang tidak dipandangnya ingin dibicarakan, jadi kesan yg timbul itu pendiam/tidak byk omong. Untuk physical energy, saya sangat setuju dengan pendapat Mihaly bahwa orang kreatif mempeunyai energi fisik yg baik, karena orang yg kreatif terkadang butuh additional time to think and imaginative their creative thinking to have effort to implemented. Kalau orang kreatif itu umunya adalah orang yg tenanG, hal ini relatif.. Kadang ada saja orang yg memang pembawaannya urakan tidak akan terlihat tenang.. Tetapi kita juga perlu tau dan tidak meremehkan orang yg pembawaannya tenang dan lebih banyak diam, bisa aja dia sebenarnya adalah orang kreatif dan menyimpan physical energy yg baik..
Creative people tend to be smart yet naive at the same time..
Ya, terkadang orang kreatif tiu tidak peka atau tahu perkembangan dunia luar karena terlalu fokus pada creative thinking-nya. Sebenarnya mereka bisa mengembangkannya dengan mengubah sedikit sifat naif nya. Sayang sekali jika hasil pemikiran yg kreatif tidak ditunjang dengan keinginan dan perkembangan dunia luar yang bergerak dinamis. Karena kepandaiannya, orang akan menjadi naif, oleh karena itu disarankan agar orang-orang yang mengaku kreatif untuk tidak menjadi seorang yg naif karena akan byk kerugian yg didapat jika tidak bisa beradaptasi dgn perkembangan dunia luar, sehingga menjadikannya ia menjadi org yg ‘polos’..
Creative people alternate between imagination and fantasy and a rooted sense of reality..
Untuk menjadikan sesuatu yg real dari pemikiran yg kreatif itu, orang kreatif seperti para pembuat handcraft akan mensinergikan imajinasinya dengan fantasi untuk menjadikannya real,lebih baik, dan beda dari yg lain…
Creative people trend to be extrovert an introverted..
Mungkin untuk hal-hal tertentu orang kreatif itu tertutup akan informasi dari dirinya kepada orang luar atau pada saat ia sedang melakukan seseuatu untuk merealisasikan hasil pemikiran kreatif nya….tetapi disisi lain juga terbuka akan adanya ide-ide nya. Karena orang yang kreatif sebenarnya tidak ingin pemikirannya disimpan sendiri, tetapi sebaliknya, senang jika hasil pemikirannya diketahui dan bermanfaat bagi orang lain..
Creative people are humble and proud at the same time..
Menurut saya orang kreatif itu sebenarnya sederhana dan tidak melebih-lebihkan apa yang sebenarnya ..dan pada saat ia telah berhasil melakukan sesuatu, ia akan bangga terhadap karyanya dan tetap untuk sederhana..
Jadi kesederhanaan yg melatarbelakangi nya..Tetapi kalau ‘proud and humble’ di saat yang sama, hal ini relatif sifatnya..
Creative people, to an extent, escape rigid gender role stereotyping..
Orang kreatif selalu berpikir beda dan ingin beda dari orang lain pd umumnya hingga ia bisa melakukan hal yg biasa dilakukan oleh lawan gender nya.. Sehingga ia akan melawan stereotype yang ada untuk mengembangkan dirinya..
Creative people are both rebellious and conservative..
Menurut saya statement ini benar, tapi hanya untuk hal tertentu saja…
Mereka bersifat seperti misalnya pada saat mereka ingin merealisasikan keinginan mereka yang memang membutuhkan effort besar,, jadi mereka cenderung kolot dan memberontak..
Most creative people are very passionate about their work, yet they can be extremely objective about it as well..
karena pekerjaannya lahir dari hasil pemikirannya, jadi mereka sangat terfokus agar sesuai dengan apa yg diinginkan..Menurut saya, untuk menjadi kreatif itu butuh effort,untuk itu wajar jika orang kreatif selalu objective terhadap apa yg dikerjakannya..
Creative people’s openness and sensitivity often exposes them to suffering and pain, yet also to a great deal of enjoyment..
Menurut saya hal ini terjadi bagi sebagian orang kreatif.. disaat ia berusaha untuk mengembangkan diri, disaat itu pula terkadang ia terkena cobaan, tetapi ia juga terus mencoba untuk memperbaiki keadaannya. Tetapi di sisi lain sebenarnya ia menikmati proses fluktuatif ini terjadi.. karena ia mungkin menganggap kalau hal tersebut merupakan bagian dari hasil yang ia nikmati sekarang.
Filed under: Uncategorized
Mihaly stated that creative people combine playfulness and discipline or responsibility and irresponsibility. In my opinion his statement is not fully true; it depends on people point of view. Tetapi saya lebih melihat kalau orang kreatif itu bebas, nggak harus mikirin hal-hal yang seperti itu, dan cenderung ‘think and do what they wanna do’. Tetapi kalau hal-hal itu di combine dengan baik oleh orang-orang mereka (orang kreatitif), they can be sophisticated people that can make a synergy between creative thinking and discipline or responsibility.
Pernyataan Mihaly di atas mungkin hanya melihatnya dari satu sisi saja, misalnya pada saat creative people sedang membuat karya dari hasil pemikirannya. Dalam keadaan seperti ini, dilihat dari satu sisi mereka menghasilkan sesuatu yang kreatif dari disiplin waktu yang dia lakukan, tetapi pada sisi lain mereka akan hang-out bersama koleganya untuk bersenang-senang, untuk melihat contoh nyata nya, acara ‘Work Hard Play Hard’ di salah satu tv swasta cukup menggambarkan adanya keseimbangan pada sebagian orang kreatif ini. Dari contoh ini, akan terlihat keseimbangan pada orang-orang kreatif seperti apa yang ditulis Mihaly. Tetapi pada kenyataannya, yang telah mengkombinasi hal-hal tersebut hanya sebagian kecil saja. Jadi, menanggapi pernyataan Mihalyi, semua tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya.
Filed under: Uncategorized
Buat Anda yang selalu memilih buah-buahan terutama jeruk yang berwarna kuning atau orange,, jangan selalu percaya bahwa buah jeruk tersebut rasanya manis…
Sekarang telah banyak dikembangakan jeruk hasil persilangan bermacam2 macam jenis..
Walaupun warnanya hijau seperti daun, terlihat sangat asam dan tidak menarik, Anda harus percaya bahwa ada beberapa jenis jeruk dengan ciri2 tersebut rasanya manis…
Contohnya jeruk pontianak yang warna nya hijau tetapi rasanya sangat manis.
Akhir-akhir ini banyak beredar di pasaran ‘jeruk santang madu’..
Dilihat sekilas dari wujudnya, jeruk ini seperti tidak layak jual karena warnanya hijau tua, teksturnya kasar, dan ukurannya sangat kecil. Tetapi kalau dicoba, rasanya sangat manisssss!!!!!!! Karena jeruk ini sangat manis, dinamakan jeruk santang madu.. Dan karena ukurannya sangat kecil, kita bisa makan jeruk ini sekaligus..!!
Filed under: Uncategorized
gara-gara Media Indonesia nggak kasih kabar dan gw taunya telat (dari orang lain),,artikel ekonomi gw gagal membantu nilai ekonomi gw naik..yah!! Udh bikin nya sampe lembur, nggak ada feedback yg harusnya di dapet.. yasudah disyukuri sajaa, lumayan membanggakan..hehe
Tapi setelah gw bilang ke Pak Dedi, ktnya udah gak bisa udh telaaatt.. yasudah..
hihi ni kalo ada yg mau baca buat iseng iseng,,
____________________________________________________________________________________________________
Jumat, 25 Juli 2008 00:01 WIB
Negara Agraris Kok Impor?
Indonesia merupakan negara agraris. Apakah kutipan kalimat di atas masih pantas dan berlaku bagi negara Indonesia hingga saat ini? Dahulu Indonesia disebut sebagai negara agraris karena sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah petani.
Saat itu, sektor pertanian berkembang pesat. Tetapi, saat ini pemerintah dan masyarakat memiliki ketergantungan pada hasil pertanian impor untuk memenuhi kebutuhan akan komoditas pangan domestik. Hal tersebut memang sangat dilematis.
Sebagai negara agraris, Indonesia seharusnya dapat memenuhi kebutuhan akan hasil pertaniannya sendiri. Mayoritas bahan kebutuhan pokok di Indonesia merupakan barang impor. Beras diimpor dari Thailand, gula rafinasi berbahan baku impor, jagung berbenih transgenik impor, tahu dan tempe yang berbasis 65% kedelai impor, dan ketergantungan akan gandum impor. Hal itu dapat mematikan usaha para petani lokal.
Di sisi lain, FAO (Food and Agricultural Organization) telah memutuskan ketersediaan pangan domestik tidak harus disuplai hasil produksi domestik. Hal itu berarti setiap negara diperbolehkan untuk mengimpor komoditas pangan yang bertujuan memenuhi kebutuhan domestik.
Dengan adanya keputusan FAO, Indonesia menjadi terbuai dan bahan-bahan impor selalu menjadi alternatif pertama terhadap ketersediaan komoditas pangan. Seharusnya pemerintah memikirkan apa dampaknya terhadap pertanian lokal, pertumbuhan usaha pangan, dan masyarakat.
Sebenarnya pemerintah telah merencanakan program revitalisasi di beberapa bidang, termasuk pertanian pada 2006. Revitalisasi akan dititikberatkan pada tercapainya kemandirian pangan terarah kekuatan suplai pangan domestik di seluruh wilayah. Pemerintah juga akan mengindahkan keragaman kebutuhan pokok, misalnya untuk pemenuhan kebutuhan beras dan gula untuk penduduk Pulau Jawa dan Sumatra serta pemenuhan kebutuhan umbi-umbian di Papua.
Terkadang pemerintah kurang mengindahkan jumlah dan kualitas penyediaan kebutuhan pangan. Hal itu memicu keresahan di masyarakat. Terkait dengan rencana revitalisasi pertanian, sektor pertanian juga harus menyokong dan ikut berpartisipasi untuk menghindari ketidakcocokan antara keinginan pemerintah dan petani. Tanpa keikutsertaan petani, kemandirian dalam sektor pangan sulit dicapai. Untuk itu, pemerintah harus meyakinkan petani dan tidak mengecewakan petani.
Saat ini, impor beras mencapai 1 juta ton per tahun, kedelai mencapai 1,2 juta ton per tahun, jagung 1,8 juta ton per tahun, dan gula 1 juta ton per tahun. Hal itu menuai reaksi dari berbagai pihak. Apa yang telah dilakukan pemerintah selama ini? Dengan ketergantungan impor, ada kekhawatiran negara akan sulit keluar dari kebiasaan impor dan program-program pemerintah sulit dicapai.
Sebenarnya ada beberapa alasan mengapa impor menjadi solusi utama pemecahan masalah. Pertama, kurangnya persediaan komoditas pangan untuk memenuhi permintaan masyarakat. Kedua, banyaknya area pertanian yang puso dam mengakibatkan produksi berkurang karena terjadi gagal panen. Ketiga, Bulog (Badan Urusan Logistik) tidak mempunyai dana lebih untuk membeli hasil pertanian lokal. Selain itu, naiknya harga BBM berpengaruh pada peningkatan biaya produksi. Karena itu, impor dijadikan sebagai ‘dewa penyelamat’ pemerintah.
Perbandingan antara kebutuhan dan ketersediaan komoditas pangan tidak seimbang. Karena itu, impor merupakan jalan pintas bagi pemerintah. Pemerintah tidak memikirkan dampak yang dapat timbul di kemudian hari. Hasil produksi dapat ditingkatkan dengan mengamati faktor-faktor produksinya sehingga kebutuhan pangan lokal dapat terpenuhi.
Di sisi lain, ada hal mengejutkan. Beras menjadi ‘korban komoditas impor’ selama ini, produksinya meningkat sejak 2002. Berdasarkan data FAO 2005, produksi padi di Indonesia pada 2002 sebesar 51,5 juta ton dan terus meningkat hingga mencapai 57,05 juta ton di 2007.
Hal yang disayangkan adalah defisitnya produksi beras setelah proses konversi. Berdasarkan data Badan Ketahanan Pangan (BKP) Departemen Pertanian 2008, di 2007, dari 57,05 juta ton gabah, hanya menghasilkan beras sekitar 30,7 juta ton sehingga pemerintah harus mengimpor sebanyak 1,3 juta ton untuk menutupi defisit beras.
Apa yang harus diperbaiki sebenarnya? Dari data di atas, terdapat loss antara gabah dan beras. Pemerintah seharusnya melihat dan menetapkan kebijakan untuk menanggapi hal itu. Mungkin dari sisi petani, mereka harus mengindahkan proses dan cara peningkatan kualitas gabah agar perbandingan gabah dan beras sesuai.
Pada komoditas jagung, permasalahan ada karena benih tidak unggul. Sementara itu, permintaan jagung semakin meningkat karena banyaknya industri makanan yang membutuhkan jagung kualitas baik. Untuk menanggapi permintaan tersebut, pemerintah memutuskan untuk mengimpor benih transgenik dari luar negeri.
Untuk gula, sekarang telah masuk gula rafinasi dengan bahan baku impor. Hal itulah yang merugikan petani tebu karena gula dikonsumsi rumah tangga dan UKM. Dengan masuknya gula rafinasi, harga di pasar lokal menjadi sangat murah jika dibandingkan dengan gula dari petani tebu lokal.
Dari data BKP Departemen Pertanian 2008 menunjukkan ketersediaan gula lokal 2,27 juta ton antara periode 2006 dan 2007. Akan tetapi, angka ketergantungan terhadap bahan baku gula impor pada 2007 sangat tinggi yaitu 19,6%. Pada dasarnya, gula rafinasi hanya boleh dikonsumsi industri makanan dan minuman berskala besar untuk mengurangi cost mereka. Akan tetapi, impor tak terkendali mengakibatkan harga gula tebu lokal jatuh. Lain halnya dengan kedelai, impor kedelai telah lebih lama bermain di Indonesia. Hampir seluruh industri tahu dan tempe lokal bergantung pada kedelai impor untuk menghasilkan kualitas baik.
Impor komoditas pangan merugikan negara dalam jangka panjang karena secara tidak langsung, petani lokal tidak dihargai. Hal itu menjadi penyebab pengangguran dan menurunnya gross domestic product (GDP) akan hasil pertanian. Impor hanya menguntungkan importir dan menjadikan sektor pertanian negara kita tidak berkembang dan lesu.
Anggita Ayu Kartika
Mahasiswa School of Business and Management (SBM) ITB, Bandung
Anggie_tika@yahoo.com
Filed under: Uncategorized
tiba2 keinget si kintunn !!
yah partner teriak2 saman gw lg di swiss menimba ilmu..hehe
